Sharing Berkat Kelas MPH 3
- Anil Dawan
Bersyukur bisa mengikuti kelas ini. Menafsir dengan langkah-langkah yang sistematis tidaklah mudah karena membutuhkan ketekunan, investasi waktu, dan konsentrasi, taat asas pada tools, dan terbuka terhadap pimpinan Roh Kudus. Semua bagian ini masih merupakan "mengolah" firman Tuhan, seperti koki yang memasak bahan-bahan makanan menjadi suatu masakan yang lezat dan sehat untuk disantap diri sendiri maupun jemaat.
Sebagai ilmu, Hermeneutika juga merupakan sebuah pengetahuan yang komprehensif dalam memahami teks dengan latar belakang, konteks, gaya bahasa yang perlu dieksplorasi dengan cermat dan jeli. Proses belajar justru ada di sana karena membuka pikiran dan hati tidak hanya sekadar knowledge, tetapi juga skill yang menajamkan pikiran dan hati. Diskusi antara teori menafsir dan praktik menafsir dihadirkan di sini oleh SABDA dengan cara yang sistematis langkah demi langkah. Terima kasih SABDA untuk mengawali hal yang tak mudah karena pada akhirnya dengan latihan dan kepekaan pimpinan Roh Kudus proses ini akan matang dengan berjalannya waktu dalam ketekunan proses berlatih dan terus mencoba.
Terima kasih untuk SABDA dan teman-teman semua. Rekan belajar dan diskusi yang saling melengkapi dan menyemangati tak kenal lelah untuk bertumbuh jadi pembelajar sejati. Niscaya jika terus belajar ilmu Hermeneutika tak hanya seumpama setinggi tiang bendera, tetapi melesat setinggi langit kita meraih pencapaian untuk menjadi berkat bagi sesama. Ibarat penggali sumur akan mendapatkan air bersih jika semakin dalam menggali, demikian juga semakin dalam eksplorasi firman Tuhan, saat kita terus tekun menggali dan merenungkannya (mempraktikkan gaya bahasa metafora). Salam hangat untuk kita semua. Tuhan Yesus memberkati.
- Daniel Bara Pa
Puji syukur, dengan ini saya bisa belajar lebih baik dan banyak tentang bagaimana memahami firman Tuhan dengan baik dan benar. Terima kasih atas kekuatan yang diberikan kepada saya sehingga bisa menyelesaikan semua tugas. Terima kasih buat Bu Mei yang tidak bosan mengingatkan saya untuk mengerjakan tugas, juga buat Bang Rei yang sudah menuntun saya ke arah yang benar. Tuhan Yesus memberkati.
- Freddy Boen
Puji syukur pada Tuhan oleh karena kasih dan karunia-Nya yang boleh memimpin saya dapat ikut kelas MPH dari SABDA. Terima kasih juga pada tim SABDA, Kak Rei, Kak Mei, teristimewa Bu Yulia, kiranya Ibu terus diberkati Tuhan dan menjadi alat Tuhan yang lebih luar biasa lagi untuk kemuliaan-Nya. Tidak lupa saya menyapa teman-teman kelas lainnya. God bless you all.
Kalo ditanya kesan, luar biasa kesan saya selama mengikuti kelas. Terutama saat mengerjakan tugas praktik, saya sebagai orang awam yang baru mau belajar banyak tentang firman sangat bersyukur, terutama kepada SABDA dan rekan-rekan sekelas semua, orang-orang yang rendah hati dan mengasihi Tuhan, terlihat dari interaksinya selama ini. Jujur beberapa kali saya hampir menyerah. Kalau bukan karena keteguhan hati dan dorongan teman-teman sekelas, serta berkat pertolongan Tuhan, saya rasa saya pasti menyerah. Semua ini mengajarkan saya bahwa ternyata saya masih banyak kelemahan dan harus banyak belajar dan belajar lagi. Namun, saya yakin dengan kemauan dan pertolongan Tuhan, setiap kita pasti bisa. Dan, semuanya itu harus dikembalikan untuk kemuliaan nama Tuhan dari apa yang telah kita dapat dari Tuhan.
Aplikasi praktis: kebetulan di kemajelisan kami beberapa bulan yang lalu, ada persekutuan keluarga yang sampaikan firman hamba Tuhan 3 orang dan diaken 3 orang. Saya bersyukur dengan adanya kelas Hermeneutika ini mengajarkan saya cara menafsirkan Alkitab, tentu akan saya sharing-kan ilmu yang saya dapat ini kepada diaken-diaken lainnya agar firman yang kami sampaikan lebih baik lagi untuk kemuliaan-Nya.
Sedangkan evaluasi: saya pikir lebih baik lagi kalo ada kelas Homiletika ke depannya untuk lebih memperlengkapi kami karena tugas penyampaian firman ini penting dan harus disampaikan secara bertanggung jawab, baik kepada sesama maupun Tuhan. Kalau evaluasi terkait yang telah kita bahas (Hermeneutika), saya pikir apa yang sudah disampaikan oleh Bu Yulia sudah sangat sangat luar biasa. Sekian. Terima kasih. Tuhan Yesus menyertai kita semua.
- Jhonatan Pakpahan
Mengikuti kelas MPH ini memberikan saya pengalaman rohani yang baru dan berharga. Saya belajar bagaimana menafsirkan Alkitab dengan lebih hati-hati, khususnya dalam memahami gaya bahasa dan pesan yang tersirat di balik teks. Hal yang paling berkesan adalah ketika saya menyadari bahwa setiap kata kiasan dalam Alkitab bukan hanya indah secara sastra, tetapi juga mengandung makna rohani yang dalam untuk membangun iman.
Sebagai aplikasi praktis, saya ingin lebih tekun membaca Alkitab dengan memperhatikan konteks dan gaya bahasa agar pesan Tuhan semakin jelas dalam hidup saya. Proses diskusi dan tugas di kelas juga sangat membantu, meskipun menantang karena membuat saya belajar lebih disiplin dan membuka wawasan baru dari perspektif teman-teman.
- Juli Mawarni Zebua
Maraknya pengajaran Kristen yang simpang siur di media sosial, mendorong saya mencari kebenaran iman yang saya percayai dalam Yesus Kristus, hingga saya dipertemukan pada pengajaran Hermeneutika di YouTube. Cukup menarik, tetapi saya tidak begitu paham. Namun puji Tuhan, secara tidak sengaja saya melihat postingan tim SABDA, ternyata mereka menyelenggarakan kelas MPH. Tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik. Rasa penasaran saya makin besar hingga cepat-cepat mendaftar sebagai anggota kelas pembelajar. Dan, ini awal yang baru bagi saya mengenal lebih jauh tentang Hermeneutika. Awal diskusi, cukup unik karena kami belajar cara menafsir dengan benar, tetapi kami malah menafsir salah berjamaah.
Instruksi yang cukup mudah sebenarnya, tetapi karena pemahaman yang salah tidak sesuai maksud penyelenggara, maka kami mendapat warning dari Bu Yulia. Ini menyadarkan saya, bahwa hal ini bisa terjadi meskipun bahasanya mudah dimengerti, bahkan sedang hangat-hangatnya dibicarakan. Apalagi Alkitab yang ditulis sudah berlapis-lapis zaman, dengan budaya, bahasa, negara yang berbeda sangat memungkinkan seseorang mengerti tidak sesuai maksud Alkitab itu sendiri. Bersyukurnya kelas ini diselenggarakan untuk memperlengkapi orang awam seperti saya.
Kelas ini cukup hidup dibanding kelas-kelas SABDA yang saya ikuti sebelumnya karena modulnya tidak hanya dibaca, tetapi langsung dipraktikan. Mempraktikkan inilah yang tidak mudah karena harus menggali hal-hal yang sudah lampau. Keterbatasan waktu, keterbatasan referensi, bahasa, dan sulitnya mengenali/memahami budaya, jadi kendala bagi saya pribadi. Tugas-tugas yang saya kerjakan pun sepertinya masih jauh dari sempurna, butuh evaluasi dan koreksi. Namun, saya sangat senang, prinsip Hermeneutika yang saya terapkan membuat saya tidak ingin berhenti menelusuri makna-makna mendalam dalam tulisan Alkitab. Ibarat menyelam mencari harta karun, meskipun susah, tetapi harus dilakukan untuk mendapatkannya. Bersyukur ada teman-teman pembelajar yang sharing referensi, alat-alat yang digunakan, pertanyaan-pertanyaan mendalam menjadikannya landasan berpikir untuk melanjutkan penggalian ayat yang saya gali.
Ada moderator dan admin yang begitu sabar mengarahkan diskusi dan bahkan juga menuntun/memberi referensi agar kesulitan kami teratasi, juga mengingatkan kami agar mengerjakan tugas tepat waktu. Ini cukup mendidihkan kobaran semangat saya yang hampir menyerah. Lantaran proses menyelamnya cukup menguras otak, tenaga, waktu, kesabaran dan ketelitian. Saya pun jadi paham, sebenarnya mempelajari Alkitab ini harus sepanjang waktu, sepanjang hidup, sepanjang hari, setiap detik. Kalau hanya 1 jam dalam sehari akan sulit merangkum dan memahami dengan cermat maksud Alkitab. Pelajaran Hermeneutika ini menjadikan saya merenungkan firman Tuhan siang dan malam, bahkan di sela-sela pelayanan/pekerjaan, saya masih memikir-mikirkannya.
Semua topik pelajaran sangat berkesan, hingga saat saya menuliskan kesan-kesan ini masih ikut-ikut hawa-hawa belajarnya. Saya sarat menggunakan majas/gaya bahasa, ada gaya bahasa metafora, simile dan hiperbola. Disampaikan ke kami bawah pelajaran ini hanyalah sebagian dari keseluruhan pelajaran Hermeneutika, tetapi saya yakin sebagian yang disajikan di kelas sudah cukup membantu orang awam seperti saya. Terima kasih tim SABDA sudah hadir menolong orang-orang awam seperti saya melalui kelas-kelas teologi seperti ini. Saya sangat menantikan kelas MPH lanjutan ini. Kiranya Tuhan berkenan dan menolong. Tuhan memberkati. Amin.
- Mansyur
Melalui kelas ini, kita diajar untuk melihat bahwa firman Tuhan bukan hanya teks kuno, melainkan firman yang hidup dan terus berbicara kepada umat-Nya di setiap zaman. Dengan meneliti kata, konteks, gaya bahasa, dan maksud penulis aslinya, kita semakin menyadari betapa kayanya hikmat Allah yang tersimpan dalam Alkitab. Setiap kata kiasan, setiap simbol, dan setiap peringatan ternyata menyampaikan pesan yang sangat relevan bagi hidup kita hari ini.
Kiranya berkat dari latihan Hermeneutika ini menumbuhkan kerinduan yang lebih besar untuk menggali Alkitab dengan hati yang rendah, pikiran yang terbuka, dan hidup yang siap ditransformasi. Semoga kita semua semakin diteguhkan dalam iman, dibekali dengan hikmat untuk mengajarkan kebenaran, serta dimampukan untuk menjadi pelaku firman di tengah dunia yang semakin membutuhkan terang Kristus. Imanuel.
- Mariano Nathanael
Kelas yang berbeda ini dibandingkan kelas-kelas MLC sebelumnya. Penugasannya yang diberikan tidak bisa dikerjakan biasa saja atau sambil lalu. Harus berpikir, merenung, buka banyak referensi, mengolah, dan menuliskan hasil Hermeneutikanya. Ya, memang ini adalah kelas praktik, jadi kalau kita nggak praktik, sia-sia ikut kelas ini. Pengalaman belajar bersama dan berdiskusi bersama anggota grup membuat proses Hermeneutikanya mendapat nilai lebih dalam kelas ini.
Belajar di kelas praktik lebih membuat saya semakin tegas mengenai berbagai istilah Hermeneutika, seperti konteks, latar belakang, dan gaya bahasa. Biasanya sih saya nggak memedulikan istilah-istilah tersebut saat menafsirkan Alkitab, tetapi ternyata masing-masing punya keistimewaan masing-masing yang harus terus dilatih supaya semakin dapat menggali Alkitab semakin mendalam lagi.
Terima kasih Kak Mey yang terus me-reminder kami di kelas, dan Kak Rei yang terus menggali pemahaman kami dengan pertanyaan-pertanyaan kritisnya dalam kelas. Juga, terima kasih untuk tim SABDA MLC yang terus menerus memberkati kami orang awam ini dengan kelas-kelas semacam ini. Kiranya Tuhan terus memberkati pelayanan SABDA MLC untuk memberkati semakin banyak orang.
- Mira
Bersyukur, bersyukur, bersyukur banget bisa ikut serta dalam diskusi "Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika" ini. Buat saya pribadi, ini diskusi paling sulit selama saya mengikuti kelas diskusi di SABDA. Sempet mau nyerah juga karena kesibukan pribadi dan saya kurang paham untuk tugasnya. Namun, karena di awal sudah diingatkan untuk komitmen, jadi saya berusaha untuk selesaikan. Materinya luar biasa banget, saya tidak pernah tahu sebelumnya untuk menafsirkan Alkitab banyak yang harus diperhatikan dari konteks, arti kata, latar belakang dan gaya bahasa.
Terima kasih kepada tim SABDA yang sudah menjadi wadah buat saya pribadi dalam mengajarkan untuk menafsirkan Alkitab. Terima kasih banget, banget, banget buat Kak Mei yang tidak bosan-bosan reminder saya untuk ikut join dalam grup. Terima kasih buat Kak Rei sebagai moderator untuk kelas 3 malam yang sangat baik dan membantu. GBU.
- Rian
Kelas "Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika" (MPH) merupakan pengalaman yang berbeda dibandingkan kelas-kelas sebelumnya karena setiap hari kita diwajibkan untuk memilih perikop atau pasal secara pribadi untuk ditafsirkan dan melaporkan hasilnya melalui Google Form. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempraktikkan prinsip Hermeneutika dengan lebih mendalam sehingga kita dapat memahami makna asli dari teks sesuai dengan konteks sejarah, budaya, bahasa, dan tujuan penulisnya sehingga kita berharap dapat menghindari salah tafsir.
Setiap hari, selama empat hari, melakukan penafsiran terhadap perikop/pasal yang dipilih secara pribadi dan mendiskusikan proses kesulitan dan pertanyaan yang muncul seputar penafsiran, seperti konteks, kata/frasa, latar belakang, dan gaya bahasa. Diskusi ini sangat penting karena membantu kita untuk mendapatkan pemahaman yang lebih syarat dan relevan secara teologis. Melalui praktik ini, kita belajar untuk memahami konteks, menganalisis kata dan frasa, serta menggunakan gaya bahasa dalam penafsiran. Saya percaya bahwa usaha kita dalam diskusi ini akan memperkaya pemahaman kita terhadap Alkitab dan mengurangi risiko salah tafsir. Memang disadari masih sangat banyak hal yang sangat perlu dipelajari lebih lanjut sehingga diperlukan, secara kontinyu, mempraktikkan penafsiran Hermeneutika dengan penerapan prinsip-prinsip Hermeneutika agar dapat semakin baik dalam menafsir.
Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Lembaga SABDA sebagai fasilitator kelas diskusi MPH ini, serta kepada moderator dan admin kelas MPH 3 yang selalu menemani, memberikan arahan diskusi proses, mengingatkan peserta. Tak lupa, terima kasih kepada rekan-rekan peserta diskusi yang telah aktif memberikan tanggapan selama diskusi. Semoga dari kelas ini dapat memberi manfaat dalam memahami isi Alkitab melalui penafsiran yang tepat. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua.
- Rosy H.
Saya pernah mengikuti pelajaran Hermeneutika ini beberapa tahun yang lalu, tetapi hanya kulitnya saja dan tanpa praktik, jadi tidak ada ilmu yang bisa dipraktikkan, hanya sekadar tahu. Puji Tuhan saya bisa ikut kelas MPH yang diadakan SABDA di mana materi yang didapat banyak, tersusun rapi jadi lebih mudah mengerti dan ada pula praktiknya dengan langkah-langkahnya. Meskipun saya pribadi masih awam dan masih banyak yang salah dan kurang maksimal dalam menggali, menafsir dan menjawab pertanyaan. Tapi dengan ilmu yang didapat dan sering berlatih saya yakin saya pasti bisa lebih baik ke depannya. Dengan pelajaran dan pertanyaan yang diberikan membuat saya lebih banyak menemukan hal-hal baru ketika membaca firman Tuhan. Pikiran dan mata dilatih untuk melihat lebih jeli ketika membaca.
Aplikasi praktis, saya akan berlatih terus dengan ilmu yang didapat dan hasilnya saya akan bagikan ketika bawa renungan di gereja. Saya percaya pasti akan lebih baik, lebih bermutu, dan lebih alkitabiah. Evaluasi ketika diskusi sangat baik, hanya saya sendiri tidak banyak komentar karena banyak yang ditanyakan rekan-rekan sama dengan apa yang ingin saya tanyakan (sudah terwakilkan). Karena saya masuk diskusi sudah malam, sudah banyak masukan dari rekan-rekan. Untuk tugas, jujur saya kesulitan menjawab pertanyaan yang diberikan, mungkin bisa dipermudah kata-katanya supaya mudah dicerna. Saya mengucapkan banyak terima kasih buat tim SABDA yang sudah memfasilitasi saya belajar dan tidak pelit dalam membagi ilmu. Terima kasih untuk bimbingannya, kesabarannya. Kiranya SABDA semakin menjadi berkat. Terima kasih buat rekan-rekan sudah memberi banyak masukan, kiranya kita juga jadi berkat ketika kita terjun ke pelayanan masing-masing.
- Salbiah Kuruak (Malaysia)
Puji Tuhan, saya sangat bersyukur karena dapat mengikuti kelas MPH ini. Melalui kelas ini saya belajar bahwa untuk memahami Firman Tuhan, kita tidak boleh hanya baca secara umum atau ikut perasaan sendiri, tetapi perlu menafsir dengan cara yang betul. Saya belajar mengenal konteks ayat, melihat teks aslinya dalam bahasa Ibrani/Yunani, dan juga memahami gaya bahasa yang dipakai penulis supaya pesan Tuhan tidak disalah tafsir. Satu hal yang sangat membuka mata saya ialah pentingnya menarik aplikasi yang tepat, bukan sekadar pengetahuan, tetapi bagaimana firman itu hidup dalam kehidupan kita. Saya juga sangat diberkati dengan teman-teman di group diskusi, karena melalui sharing dan pertanyaan mereka, saya semakin jelas dan lebih tajam dalam memahami firman.
Pelajaran terbesar bagi saya, bila kita menafsir firman dengan hormat, berdasarkan konteks dan maksud penulis aslinya, maka kita akan mendapat kebenaran yang sejati, bukan sekadar tafsiran manusia. Semoga kita semua terus rajin menggali firman, bukan hanya untuk tahu, tetapi juga untuk hidup di dalamnya. Terima kasih juga SABDA yang sudah memberi kami pembelajaran yang sangat berguna ini. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.
- Sarah
Terima kasih SABDA MLC yang telah mengadakan kelas Hermeneutika selama 5 hari. Terima kasih untuk Kak Rei dan Kak Mei, yang sabar memandu kami. Selama menelusuri dan mempelajari Hermeneutika membuat saya menyadari bahwa tidak mudah memahami materi ini secara akal pikiran sebab Alkitab adalah firman Tuhan yang diinspirasikan oleh Allah kepada penulisnya sehingga pikiran kita harus ditundukkan kepada Kristus, bukan dipahami sesuai interpretasi pribadi.
Melalui pembelajaran Hermeneutika membantu saya jika prinsip-prinsip menafsirkan Alkitab/memahami maksud setiap ayat dari bahasa aslinya secara historis, kontekstual, gramatikal adalah tugas orang-orang percaya agar terlindungi dari penafsiran dan penerapan yang salah, yang bertentangan dengan Alkitab. Pembelajaran kali ini mengasah saya untuk tidak berhenti belajar, tetapi lebih giat untuk berlatih lagi. Supaya tali silaturahmi tidak terputus, bolehlah kita bertemu dalam kelas-kelas berikutnya. Tuhan Yesus memberkati.
- Simon Salasa
Pujian dan syukur kepada Allah dalam Kristus Yesus yang memperkenankan saya ikut kelas MPH minggu ini. Pengalaman baru mengikuti kelas ini, saya diperbarui dan dipertajam dalam belajar firman Tuhan secara sistematis dan mendalam. Pelajaran dan berkat belajar di kelas ini bahwa dengan metode Hermeneutika membuat kita semakin asyik untuk menikmati berkat kekayaan firman Tuhan dan merasakan kehadiran Tuhan melalui firman-Nya. Dengan belajar materi ini, saya akan terus komitmen belajar firman Tuhan sesuai dengan teori ini. Terima kasih kepada Tim SABDA, moderator dan admin yang setia mendampingi selama kelas berlangsung. Tuhan Yesus berkati.
- Sisca Marindra
Puji Tuhan. Haleluya. Karena pertolongan Tuhan saja, akhirnya saya tidak jadi menyerah dan boleh menyelesaikan kelas MPH sampai akhir. Terima kasih banyak, sungguh saya sangat mengapresiasi tim SABDA yang dengan luar biasa telah menyelenggarakan kelas MPH ini. Untuk Ibu Yulia dengan penjelasan dan bimbingannya, Kak Rei dengan kesabaran dan pengertiannya, juga Kak Mei dengan dukungan dan remindernya. Terima kasih. Tuhan Yesus terus memberkati pelayanan tim SABDA dimana2 tempat untuk kemuliaan namaNya.
Dan memang benar, tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Setelah mengalami proses pembelajaran yang cukup berat, sampai rasanya tubuh sudah babak belur karena serius dan tegang harus jungkir balik mengerjakan tugas, padahal sudah hampir deadline. Saya semakin mengapresiasi pelayanan para pendeta, gembala, dan semua hamba Tuhan yang harus terus belajar dan membaca banyak buku demi menyampaikan khotbah di hari Minggu atau di kesempatan lainnya. Terima kasih banyak juga untuk teman-teman MPH 3 yang sudah sedemikian rupa membantu, mendukung, dan menguatkan lewat diskusi sehingga melalui diskusi di kelas, saya bisa sedikit demi sedikit memahami materi dalam kelas Hermeneutika ini.
Tingginya tingkat kesulitan kelas MPH ini menjadi sebuah pengalaman baru yang membuka mata saya bahwa menafsirkan firman bukan tentang logika semata, tetapi perlu pertolongan Roh Kudus. Dari pembelajaran Hermeneutika ini, saya paham bahwa kita tidak boleh sembarangan menafsirkan firman agar sesuai dengan keinginan kita, sebab apa yang disampaikan penulis belum tentu sama dengan apa yang kita mau pahami. Sebagai aplikasi, sekarang setelah mulai mengerti dasar-dasar Hermeneutika, saya akan mulai dari diri sendiri, membaca Alkitab dengan lebih kaya lagi dalam pemahaman yang baru. Kiranya Roh Kudus terus menolong pertumbuhan dan pengertian saya akan firman yang benar, sesuai dengan kehendak Allah Bapa. Melalui pengenalan ini, saya juga mau terus diajar untuk bersikap terbuka dan rendah hati supaya dapat melihat kebenaran sejati dalam firman dan menjadi pelakunya. Soli Deo gloria.
- Timotius
Shalom. Puji syukur kepada Allah Tritunggal yang telah menginspirasikan firman-Nya dan memampukan saya mengikuti kelas "Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika" (MPH) ini dengan penuh sukacita. Saya juga menyampaikan terima kasih yang tulus kepada penyelenggara MLC SABDA, moderator, admin kelas, serta seluruh rekan peserta MPH 3 yang telah berjalan bersama dalam proses pembelajaran ini. Pengalaman belajar di kelas ini sungguh menjadi berkat, memperluas wawasan, iman, dan semakin meneguhkan keyakinan saya akan otoritas serta keandalan firman Tuhan.
Salah satu hal baru yang sangat berkesan bagi saya adalah kesempatan melakukan penafsiran dalam waktu yang singkat. Hal ini tentu menjadi latihan yang sangat berharga karena semua yang dipelajari membekali saya untuk mempelajari dan memahami firman Tuhan dengan lebih baik lagi. Sebagai evaluasi kecil, saya berharap ke depan, waktu yang dialokasikan untuk proses penafsiran dapat lebih panjang, mengingat materi ini cukup padat dan mendalam.
Harapan saya, MLC SABDA terus dipakai Tuhan secara luar biasa pada era digital ini untuk memperlengkapi umat-Nya. Saya juga berdoa agar kelas-kelas seperti ini dapat diselenggarakan secara berkesinambungan karena sangat memperkaya pengetahuan dan kerohanian anak-anak Tuhan yang rindu semakin dalam mengenal kebenaran firman-Nya. Soli Deo gloria.
- Winandhi
Awalnya, mengikuti kelas ini ragu-ragu. Kelas Hermeneutika kelas yang tidak lugas, harus mengulik ini itu, dengan meraba-raba selama mengikuti kelas untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas menerjemahkan setiap tulisan yang memiliki arti kiasan sehingga ditemukan maksud dan makna yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan kita sekarang (tuh kan ... merangkum saja sudah sulit).
Kelas pendek, masih belum terlalu paham dengan pelajarannya, tetapi ini akan memicu saya untuk mulai membuka mata dan membuka lebih banyak lagi buku, terjemahan, website yang diperlukan. Pelajaran ini menimbulkan keingintahuan yang lebih dalam. Saya yakin, tim SABDA juga bekerja keras untuk membuka kelas ini yang untuk orang awam sangat sulit. Salut untuk tim SABDA. Terima kasih ya, kelas model seperti ini belum pernah saya ikuti di tempat lain. Tuhan, melalui tim SABDA, menjadi berkat bagi kami dan dapat kami sharing-kan kepada lingkungan, gereja, jemaat di tempat kami masing-masing. Terima kasih tim SABDA.
- Winny Gunawan
Saya bersyukur dapat menjadi anggota kelas. Untuk dapat mempelajari kelas Hermeneutika yang sungguh sangat luar biasa ini. Mengikuti kelas MPH bukan hanya memperkaya pemahaman saya tentang Hermeneutika. Juga menjadi perjalanan spiritual yang mendalam. Saya belajar bahwa menafsirkan firman bukan sekadar mengurai kata-kata, melainkan membuka hati untuk mendengar suara Tuhan di tengah konteks zaman, budaya, dan kehidupan nyata. Setiap diskusi, setiap tugas, dan setiap contoh penafsiran membawa saya pada satu kesadaran: firman Tuhan hidup dan berbicara dengan lembut, tetapi tegas kepada setiap generasi. Saya belajar untuk tidak tergesa-gesa menafsirkan, tetapi memberi ruang bagi Roh Kudus untuk menerangi. Yang paling menyentuh bagi saya adalah saat kami membahas bagaimana teks yang sama bisa berbicara berbeda kepada setiap orang. Saya melihat bahwa Hermeneutika bukan hanya ilmu, tetapi bertemu dengan Tuhan melalui pemahaman yang benar dan penuh belas kasih.
Ucapan terima kasih saya pada:
- SABDA yang telah mengadakan kelas ini dan memberkati banyak orang dengan pelayanannya.
- Bapak/Ibu admin yang senantiasa penuh perhatian untuk membimbing saya.
- Saudara-saudara, Bapak/Ibu yang telah membimbing saya, khususnya di MPH 3 dengan menambahkan pengetahuan kepada saya.
Tuhan Yesus memberkati.
Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA